Rabu, 07 September 2022

Pilpres 2024 - Adakah Capres Yang Tidak Terlalu Politis

Pilpres 2024 - Adakah Capres Yang Tidak Terlalu Politis


Jika kita mempersentasekan pekerjaan seorang presiden antara bekerja secara profesional untuk memajukan negara dan bekerja berdasarkan keputusan politik untuk menjaga keseimbangan situasi dalam dan luar negeri sambil memajukan negara, tentu sangat sulit untuk dilakukan. Pasalnya, setiap keputusan atas kebijakan yang dibuat oleh seorang presiden, tak lepas dari unsur politiknya. "Rongrongan" politik dalam negeri terlihat jelas pada kejadian penunjukan dan pengangkatan pejabat, baik pejabat menteri ataupun pejabat publik yang sedianya harus ditunjuk oleh presiden. Jari telunjuk partai-partai politik seakan berdesakan di dalam gelas untuk mengocek air didalamnya. Sementara "rongrongan" politik luar negeri, dipengaruhi oleh kepentingan politik dalam negeri. Saya ambil contoh keputusan 6 presiden mulai dari Soeharto hingga Jokowi dalam hal kepemilikan PT Freeport dan perusahaan lain milik Negera. Mengapa bisa demikian? Karena Presiden dalam bekerja harus dan wajib tunduk pada aturan dan undang-undang yang dibuat bersama dengan DPR, yang diisi oleh 560 orang anggota partai politik. Disinilah, politik hadir dalam pembangunan negeri.

0 komentar:

Posting Komentar