Minggu, 09 Oktober 2022

Heru Budi Hartono, Orang Dekat Jokowi-Ahok Kini Gantikan Posisi Anies

Heru Budi Hartono, Orang Dekat Jokowi-Ahok Kini Gantikan Posisi Anies
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono terpilih menjadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta. Ia akan menggantikan Anies Baswedan yang habis masa jabatannya pada 16 Oktober mendatang. Heru merupakan orang dekat Presiden Jokowi sejak di DKI Jakarta. Ia menduduki sejumlah posisi sebelum ditarik Jokowi ke istana. Dia lahir di Medan pada 13 Desember 1965. Heru merupakan lulusan Universitas Krisna Dwipayana, Jakarta. Heru terjun ke birokrasi sejak 1993. Saat itu, ia menjadi Staf Khusus Wali Kota Jakarta Utara. Kariernya terus menanjak di Pemprov DKI Jakarta hingga era Gubernur Joko Widodo dimulai. Pada era Jokowi, tepatnya 2013, Heru menjabat Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (Kabiro KDH dan KLN) DKI Jakarta. Pada akhir masa kepemimpinan Jokowi di Jakarta, Heru ditunjuk sebagai Wali Kota Jakarta Utara. Heru masih membantu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok setelah Jokowi menjadi presiden. Ia pun sempat ditunjuk Ahok sebagai calon wakil gubernur. Meski demikian, niatan Ahok gagal. Ia maju bersama Djarot Syaiful Hidayat dengan dukungan PDIP. Karier Heru tak berhenti. Ia justru ditarik Jokowi ke istana. Heru menggantikan Djaharmansjah Djumala pada posisi Kepla Sekretariat Presiden. Saat ini, Jokowi telah merestui Heru sebagai pj gubernur DKI Jakarta. Heru akan menggantikan Anies Baswedan hingga ada gubernur definitif hasil Pilkada 2024 mendatang.

Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur
TEMPO.CO, Jakarta - Mendekati tahun politik, Pemilu 2024, partai-partai politik telah menggadang-gadang jagoannya untuk maju pada Pilpres 2024. Senin 3 Oktober 2022, Nasdem telah mengumumkan Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Seakan tak mau kalah hanya selisih beberapa jam, PSI, pada hari yang sama juga mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden pada Pemilu 2024. Lantas, bagaimana karier politik keduanya? Berikut ulasannya. Anies Baswedan Dikutip dari laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, pria bernama lengkap Anes Rasyid Baswedan ini lahir di Kuningan pada 7 Mei 1969. Sebelum memulai karir politiknya, Anies merupakan akademisi bergelar Ph. D dengan berbagai pengalaman, yakni sebagai asisten peneliti di Kantor Penelitian, Evaluasi, dan Studi Kebijakan, Northern Illinois University pada 2000 hingga 2004. Kemudian, ia menjadi Research Manager di IPC Inc., Bannockburn, Illinois, Amerika Serikat pada 2004 hingga 2005. Selanjutnya, pria lulusan Universitas Gajah Mada atau UGM ini menjadi Senior Researcher di Lembaga Survei Indonesia pada 2005 hingga 2007 sebelum menjadi rektor dari Universitas Paramadina dari 2007 hingga sekarang. Karier politiknya dimulai ketika ia ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2014 hingga 2016. Namun, pada 27 Juli 2016 ia terkena reshuffle dari Kabinet Kerja. Kemudian, Anies diminta oleh Prabowo Subianto untuk maju pada Pilgub DKI sebagai calon gubernur dengan Sandiaga Uno sebagai wakilnya. Melawan Ahok, pasangan Anies-Sandi menang dengan perolehan 57,96 persen suara. Ganjar Pranowo Dikutip dari jatengprov.go.id, Ganjar Pranowo lahir pada 28 Oktober 1968 di Karanganyar, Jawa Tengah. Sebelum berkarier di dunia politik, ia merupakan konsultan HRD di PT Prakarsa pada 1995 hingga 1999. Melansir laman PPID Provinsi Jawa Tengah, Ganjar merupakan lulusan UGM yang aktif berorganisasi sejak mahasiswa. Ia juga merupakan anggota Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di zaman Orde Baru. Namun, setelah Suryadi memimpin dan menyingkirkan Megawati Sukarnoputri, ia memutuskan untuk keluar dari partai berlambang banteng tersebut. Ganjar Pranowo mengawali karier di bidang politiknya dengan menjadi Anggota Komisi IV DPR RI 2004-2009 di Bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, dan Pangan. Kemudian, ia menjadi Wakil Ketua Komisi II DPR RI pada 2009 hingga 2013. Selain itu, ia pernah menjadi Wakil Sekretaris Fraksi PDIP DPR pada 2010 sampai dengan 2013. Saat ini, Ganjar Pranowo menjadi Gubernur Jawa Tengah pada periode kedua dengan masa jabatan 2018 hingga 2023, setelah sebelumnya ia menjabat mulai periode 2013 hingga 2018. MUHAMMAD SYAIFULLOH

Bukan Bahas Pilpres, Anies Temui Rizieq di Petamburan karena Urusan Keluarga

Bukan Bahas Pilpres, Anies Temui Rizieq di Petamburan karena Urusan Keluarga
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab pada Jumat (7/10/2022) di Petamburan, Jakarta Pusat. Dikonfirmasi satu hari setelahnya, Anies mengaku datang ke kediaman Rizieq untuk menghadiri acara pernikahan dari anak Rizieq. "Saya ke pernikahan anaknya," ujar Anies, Sabtu (8/10/2022). Ia mengaku tidak ada pembahasan lain di luar memberikan ucapan selamat atas pernikahan tersebut. Orang nomor 1 di DKI itu sendiri telah dipinang oleh Partai Nasdem untuk maju sebagai calon presiden dari partai besutan politisi Surya Paloh tersebut. Saat ditanya apakah Anies membahas soal pencalonan dirinya sebagai presiden pada Pemilu 2024 mendatang, Anies enggan buka suara. Video rekaman yang memperlihatkan momen pertemuan Anies dengan Rizieq beredar di Twitter. Video tersebut diunggah oleh pemilik akun @khoiriak. Dalam video tersebut Anies tampak berdiri di podium. Ia pun mendoakan putri Rizieq yang baru saja melangsungkan pernikahan. Sambutan Pa Anies maulid di kediaman Imam Besar Al Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab pic.twitter.com/HDNynrNnEB — Achmad Khoiri (@khoiriak) October 7, 2022 Bertemu Rizieq jelang Pilgub DKI Anies dulu juga menemui Rizieq di markas FPI di Petamburan saat masih menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Anies menilai, tidak ada yang salah dengan tindakannya tersebut. Ia mengaku juga sering mendatangi undangan dari organisasi keagamaan lain. "Ada undangan dari masyarakat katolik, saya datang. Dari masyarakat kristen, saya datang. Saya datang pada semuanya, tidak ada sesuatu yang aneh," kata Anies usai berkampanye di permukiman warga RT 005/RW 06, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (2/1/2016). Pertemuan itu berlangsung pada Minggu (1/1/2017), atau satu bukan setelah Aksi 212 pada 2 Desember 2016. Dalam Aksi 212 itu, FPI bersama ribuan umat Islam menuntut agar Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, untuk dipenjara karena dugaan penistaan agama. Ahok sendiri merupakan saingan politik dari Anies Baswedan kala itu. Petahana tersebut sempat meraih perolehan suara tertinggi hingga akhirnya kalah di Pilkada DKI dan berujung dipenjara karena pasal penistaan agama. (Penulis : Muhammad Isa Bustomi, Alsadad Rudi/ Editor : Nursita Sari, Fidel Ali) Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Rizieq Shihab: Anies Baswedan Jadi Gubernur tidak Mengecewakan Kami yang Ikut Berjuang

Rizieq Shihab: Anies Baswedan Jadi Gubernur tidak Mengecewakan Kami yang Ikut Berjuang
TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Front Persaudaraan Islam (FPI), Rizieq Shihab, mengatakan kepemimpinan Anies Baswedan di DKI Jakarta sejak 2017-2022 memuaskan pihaknya. Hal ini ia sampaikan saat Anies menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Markaz Syariah Petamburan, Jumat, 7 Oktober 2022. Rizieq mulanya menyinggung bagaimana peran kelompok Islam yang tergabung dalam gerakan 212 ikut membantu Anies Baswedan agar bisa duduk di kursi DKI 1. “Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan apresiasi, yaitu ucapan terima kasih beliau menjadi gubernur tidak mengecewakan kita,” katanya dalam video yang diunggah di akun YouTube Islamic Brotherhood Television (IBTV), Sabtu, 8 Oktober 2022. Menurut Rizieq, FPI dan kelompok Islam lainnya sempat khawatir kalau kepemimpinan Anies di Jakarta ternyata lebih buruk dari gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. “Kalau lebih jelek dari kemarin kita malu semua, betul? Ternyata lebih bagus,” ucap dia. Dalam Pilkada DKI 2017, Anies Baswedan yang berpasangan dengan Sandiaga Uno berhasil mengalahkan calon inkumben, Ahok-Djarot Saiful Hidayat. Kemenangan Anies tak lepas dari sejumlah unjuk rasa besar yang dimotori Rizieq Shihab bersama FPI-dulu Front Pembela Islam-dan kelompok Islam lain yang menuntut agar Ahok dipenjara karena dianggap menistakan agama. “Jadi saya ingin menyampaikan apresiasi, penghargaan, dan terima kasih beliau menjadi gubernur Jakarta tidak mengecewakan kita yang kemarin berjibaku ikut berjuang,” kata Rizeq. “Kecewa enggak? Senang gak dapat pemimpin yang adil? Senang gak dapat pemimpin yang berani melawan oligarki?” tanya Rizieq Shihab pada ratusan jemaahnya yang hadir. Dalam kesempatan itu, Anies sempat berpidato dan meminta doa agar dapat menyelesaikan tugasnya di Jakarta dengan baik. “Habib Rizieq, minggu depan saya selesai bertugas di Jakarta, doakan bisa husnulkhotimah,” katanya. Dihadapan Rizieq Shihab dan jemaahnya, Anies mengklaim sudah berusaha menghadirkan keadilan sosial di Jakarta. Salah satunya dengan menggratiskan 85 persen rumah di Jakarta dari Pajak Bumi dan Bangunan. Kami tidak ingin di tanah ini terjadi ketimpangan terus-menerus," ucap dia. AHMAD FAIZ | LANI DIANA

Sabtu, 08 Oktober 2022

Megawati Bertemu Jokowi Bahas Kesinambungan Kepemimpinan Nasional

Megawati Bertemu Jokowi Bahas Kesinambungan Kepemimpinan Nasional Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, mengatakan Presiden Joko Widodo bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 8 Oktober 2022. Persamuhan ini disebut Hasto berlangsung selama 2 jam dalam suasana khidmat dan penuh kontemplasi.
Menurut Hasto, agenda Pemilu 2024 tak luput dari pembahasan di antara Jokowi dan Megawati. Ia menyebut keduanya bersepakat agar Pemilu 2024 dapat menjadi momentum kebangkitan Indonesia Raya sekaligus menjadi ajang untuk meneruskan estafet kepemimpinan sejak Bung Karno hingga Jokowi. “Hal-hal terkait agenda Pemilu 2024 juga tidak luput dari pembahasan agar Pemilu 2024 benar-benar menjadi momentum kebangkitan Indonesia Raya dan sekaligus ada kesinambungan kepemimpinan sejak Bung Karno, Bu Mega, Pak Jokowi, hingga kepemimpinan nasional ke depan,” kata Hasto dalam keterangannya. Selain itu, Hasto menyebut Jokowi dan Megawati mendiskusikan secara mendalam ihwal krisis ekonomi dan pangan di dunia. Menurutnya, Megawati sejak Maret 2020 telah menginstruksikan menanam 10 tanaman pendamping beras seperti pisang, jagung, talas, kacang-kacangan, ketela, sukun, dan sebagainya. “Apa yang dicanangkan Bu Mega sejak 2,5 tahun lalu kini terbukti, dunia menghadapi krisis pangan. Karena itulah Bu Mega menghidangkan makanan pendamping beras secara khusus ke Pak Jokowi, agar Indonesia benar-benar berdaulat di bidang pangan” kata dia. Dalam kesempatan tersebut, Megawati disebut Hasto membagikan pengalamannya untuk menuntaskan krisis multidimensional. Saat Indonesia berada di bawah kepemimpinan Megawati, kata dia, Kabinet Gotong Royong benar-benar fokus dan terpimpin sehingga pada 2004 Indonesia bisa keluar dari krisis. Menurut Hasto, Jokowi turut menegaskan keseriusan pemerintah dalam menghadapi tantangan di berbagai sektor, mulai dari perekonomian hingga pertarungan geopolitik. “Pak Jokowi pun menegaskan keseriusan pemerintah, termasuk bagaimana para menteri harus fokus menangani berbagai tantangan perekonomian, krisis pangan-energi, dan tekanan internasional akibat pertarungan geopolitik,” kata Hasto. Tradisi Kontemplasi Dia menyebut persamuhan Jokowi dengan Megawati merupakan tradisi nyepi dan kontemplasi untuk membahas secara jernih masa depan bangsa. Hasto mengatakan pertemuan ini digelar secara rutin oleh Megawati dengan Jokowi. “Dalam tradisi pemimpin yang benar-benar berjuang demi masa depan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia, maka diperlukan suatu tradisi menyepi dan berkomtemplasi guna membahas secara jernih terhadap arah masa depan bangsa dan negara. Hal itulah yang secara periodik dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Jokowi,” ujarnya.

Usung Anies Baswedan, NasDem Disebut Bisa Raih Banyak Pemilih di Pemilu 2024

Wakil Sekretaris Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Barat Asep Lukman memprediksi Partai NasDem meraih efek elektoral tinggi pada Pemilu 2024 mendatang setelah secara resmi mengusung Anies Baswedan untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Oleh sebab itu, satu-satunya cara yang harus diambil adalah melalui cara konstitusional lewat pemilihan presiden. Anies Baswedan dianggap menjadi salah satu calon yang menjadi simbol perubahan di masyarakat dan diharapkan bisa maju dalam Pilpres 2024 mendatang. "Jadi gayung bersambut, harapan masyarakat dijawab dengan dukungan NasDem untuk Anies," katanya. Asep juga melihat, NasDem berhasil keluar dari blunder politik yang diciptakan sendiri oleh partai politik buah dari massifnya politik transaksional dalam pesta demokrasi yang membuat posisi partai politik pada tahun politik harus mengeluarkan biaya politik tinggi untuk meraih simpati masyarakat. "Saya yakin NasDem dukung Anies bukan karena uang, desakan oligarki atau intimidasi kekuasaan, ini murni kecerdasan Surya Paloh membaca keinginan masyarakat," katanya. Selama ini, partai-partai politik, menurut Asep, sangat kompromistik menyikapi fenomena dukungan masyarakat terhadap Anies Baswedan, karena para elite politik sadar betul sulit melawan Anies Baswedan, sehingga berupaya melakukan kompromi politik mengganjal pencalonan Anies. Asep menilai kecepatan NasDem menyatakan dukungan pada Anjes Baswedan berpeluang mendulang dukungan dari masyarakat sebagai bentuk terimakasih karena telah mendukung Anies hingga berpeluang mengangkat NasDem menjadi partai penguasa menggantikan Golkar atau Gerindra. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Jumat, 07 Oktober 2022

Jokowi Enggan Komentar - Dinamika Politik Usai NasDem Deklarasi Anies Baswedan Capres.